Monthly Archives: January 2014

Budaya Menunjukkan Bangsa

Berkenaan dengan tema ‘Punyakah Kita Modal Sejarah dan Budaya untuk Bangsa Kita Berjaya’? Yang terkandung dalam pesan (artikel) berjudul ‘Batik dan Kasih Ibu’ di www.darwinsaleh.com , saya berpandangan bahwa saya setuju, karena jika Anda peka dan dapat menikmati buah karya seni, batik adalah karya seni luar biasa indah dan bernilai tinggi, indah hasil akhir serta tiap prosesnya.

Batik memiliki historis yang panjang, nilai seni yang tinggi bahkan kaum minoritaslah yang memahami esensi dan nilai yang terkandung didalamnya. Seperti saya pribadi, ketika kecil saya tidak menyukai batik karena nilai mistis yang terkandung, tampak kuno dan jadul. Dan ketika saya mulai belajar seni, memahami seni, mengagumi seni negeri orang. Saya baru sadar dengan hasil karya nusantara kita ini.

Pengerjaannya bertingkat – tingkat, sentuhan kasih sayang pembatik, warisan leluhur pada anak cucu, dan pesan yang terkandung mengisyaratkan bahwa dia hidup serta tak dapat tertirukan oleh mesin tercanggih sekalipun, seperti ungkapan Darwin Saleh dalam tulisannya.

Bagi kaum muda yang mungkin belum mempunyai alasan untuk mengagumi batik, bacalah artikel ‘Bangga dengan Batik’ buah pemikiran serta tulisan Darwin Saleh. Bicara dengan lugas, tegas dan berani akan bangga terhadap hasil karya bangsa yang mewakili kaum muda dan semua, ini membutikan bahwa batik kita memiliki daya tarik tersendiri di dunia global, layaknya mistis yang menghipnotis mata kita untuk menikmatinya.

Bicara tentang modal sejarah dan budaya, selama umur sayapun (22 tahun) tak mampu menampung, menelaah dan menikmatnya. Bukan rahasia lagi bahwa bangsa Indonesia terdiri akan puluhan ribu pulau (17.504 – 2004) , ribuan suku bangsa (1340 suku bangsa) dan budayanya begitu memikat investor asing. Ini merupakan anugerah dan mungkin bisa menjadi bencana jika tidak selektif.

Waktu kecil saya selalu disuguhkan dengan pemandangan, budaya, dan seni serta tempat – tempat indah di belahan dunia, di negara Eropa, Asia, Afrika, dan lainnya, sehingga tertanam bahwa kelak saya harus datang ke tempat tersebut. Ini membutakan mata saya akan keindahan alam, seni, dan budaya negeri sendiri. Saya kira Anda akan setuju dengan fenomena bangsa yang besar, adalah bangsa yang mimiliki nilai historis panjang, buah perjuangan panjang, keseragaman akan perbedaan, kesenian dan kebudayaan melimpah ruah layaknya alam dan hasil bumi kita yang membuat daya tarik surga dunia bagi investor asing sudah dimiliki oleh Indonesia jauh sejak zaman dulu, dibuktikan dengan datangnya negara Eropa ke Indonesia pada era kolonial. Dan inilah kekuatan sebenarnya akan bangsa kita.

Malu atau Bangga?

Ada suatu cerita, ketika kita melancong ke benua seberang, yang jauh dari tanah air. Sering kali kita berkomunikasi atau sekedar berdiskusi dengan penduduk setempat, mereka selalu menayakan “Where you come from?” dan ketika kita menjawab “I come from Indonesia?”, mereka malah bertanya “Where is it?”, dan akhirnya kita memakai kata penolong “you know Bali? Yes, that is one of Indonesia islands” dan akhirnya kata yang keluar dari mereka “is that correct? I do not know Indonesia. Bali is a beautiful place”.

Sejujurnya saya pribadi mendengarnya malu. Indonesia adalah surga dunia dan tempatnya orang – orang hebat. Bukan karena saya orang Indonesia sehingga saya mengatakan hal tersebut. Tapi jika bukan kita, khususnya kaum muda, siapa lagi yang akan bangga dengan negeri sendiri?

Akhirnya dengan bijak dan percaya diri, tunjukan setidaknya dua foto tempat dan seni budaya yang terkenal di Bali lalu tunjukan beberapa foto lainya yang dimiliki Indonesia selain di Bali sambil berkata “Bali is this? And this, you know with this, this, this, this, and still a lot of places and cultural art and charming nature in all corners of Indonesia. and this is heaven on earth. Paradise real world“. Saya yakin ketika kita berbicara dengan antusias, bangga dan meyakinkan layaknya Anda meyakinkan program tender pembangunan yang Anda ajukan pada pemerintah, pasti mereka (luar negeri) ingin lebih tahu tentang surga dunia, Tanah Air Indonesia.

Flickr. Kesenian budaya Bali penuh historis – Tari Kecak

Flickr. Taman Ayun – Bali

Sejarah, Seni dan Budaya IndonesiaFlickr. Sejarah, Seni dan Budaya Indonesia

Saya adalah kaum muda, mahasiswa. Namun saya hanyalah mahasiswa kesehatan yang buta akan sejarah dan budaya bangsa ini secara menyeluruh, namun saya mengerti bahwa bangsa ini memiliki ribuan potensi luar biasa akan hal itu. Karna itulah selalu terbenak dalam hati untuk menjelajah budaya bangsa dari Sabang hingga Merauke. Dapat berinteraksi mengenal alam, seni, dan budaya negeri secara langsung akan menjadi memori yang melekat hingga akhir hayat.

Secara terus terang bagi saya kaum muda, saya bersama yang lain (kami) selalu mempunyai impian untuk pergi ke luar negeri hanya untuk menikmati ciptaan Tuhan. Sehingga sering kali menutup mata akan anugerah dalam negeri sendiri.

Akankan negeri saya ini akan tetap seperti ini? Dipandang sebelah mata bahkan oleh masyarakatnya sendiri? Cukuplah itu. Tidak akan terjadi lagi!

Permasalahan Umum

Pertama, khususnya yang dialami kaum muda yaitu kebutaan, ketidak pekaan, dan suguhan – suguhan sejak kecil akan hebatnya negeri lain, besarnya negeri lain, indahnya negeri lain. Sehingga terpana akan hal itu dan menenggelamkan potensi sejarah, seni budaya tanah air sendiri. Terngianglah “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”di benak saya.

Kedua, kaum muda sering kali mendengar bahwa pelaku sejarah adalah orang yang berjasa akan terbentuknya sejarah negeri. Namun kebutaan akan sejarah perjuangan membuat kaum muda dan semua sering kali meremehkannya. Bahkan melupakannya. Ironis sekali para pelaku sejarah yang terlupakan.

Namun minoritas orang saat ini berjuang mengembalikan kejayaan negeri ini. Mulai lantang bicara akan keindahan bumi pertiwi, media membuka mata dan pemerintah bekerja sama untuk menarik dunia luar akan keindahan bumi pertiwi. Dan kaum muda salah satu motor penggeraknya.

Solusi Masalah Umum

Pertama, Peribahasa yang saya sebutkan di atas telah mewakili akar permasalahan mengapa kita semua buta akan potensi negeri ini. Ini adalah buah pemikiran saya yang mewakili seluruh teriakan anak muda tentang negeri ini.

Secara logika, yang tertanam sejak kecil adalah Indonesia kaya akan pulau, bahasa, budaya, suku bangsa, hasil bumi, dan masih banyak lagi. Pertama saya tekankan pada budaya dan umumnya kesemuanya.

Dari Sabang hingga Merauke, di sana banyak sekali daerah terpencil yang memiliki nilai seni, budaya, dan sejarah yang tinggi namun tidak ter-expose dengan menarik. Di sinilah peran kita semua (pemerintah, media massa, elemen masyarakat) untuk bekerja sama. Simpelnya, dengan kebijakan pemerintah akan kewajiban setiap media massa wajib mengenalkan daerah – daerah diseluruh nusantara dengan keuniknya masing – masing. Dan media massa tidak menutup mata dengan karya anak muda akan buah karyanya meliput suatu daerah tersebut. Ini salah satu cara agar keantusiasan masyarakat meningkat.

Salah satu contoh karya anak bangsa :

Klik tautan ini bila video di atas tidak muncul.[sumber: Youtube]

Bicara permasalahan seni dan budaya negeri ini bukan masalah mudah, juga berarti dihindari. Seperti buah pikir serta tulisan Darwin Saleh “Apresiasi Terhadap Seniman dan Karyanya”. Saya pribadi merasa kecewa, merasa malu. Karena apresiasi terhadap pecipta buah karya di negeri ini. Ini adalah harta negeri. Jadi perlu sekali apresiasi, dan solusi di atas juga butuh apresiasi.

Kedua, Pelaku sejarah. Mengutip pesan Bung Karno, “Hanya bangsa yang menghargai pahlawan – pahlawannya bisa menjadi Negara yang besar dan jasa – jasa tokoh yang pernah menorehkan peristiwa – peristiwa penting untuk menyelamatkan republik ini haruslah diberikan penghargaan yang wajar” dan terilhami buah pikir serta tulisan pada artikel “Apresisasi Terhadap Seniman dan Karyanya , saya sangat, sangat dan sangat setuju dengan kedua pesan tersebut. Ironis bila para pelaku tidak mendapatkan apresiasi bahkan terlupakan seperti Sjafruddin Prawiranegara – Presiden RI yang Terlupakan.

Klik tautan ini bila video di atas tidak muncul. [sumber: Youtube]

Saya beranggapan solusi terbaik adalah “Apresiasi” bagi semua yang berjasa untuk kekayaan negeri ini, diperjuangkan dan ditingkatkan nilainya, Tidak hanya materi, namun seremonial sehingga merangsang seluruh penjuru negeri untuk berbondong – bondong berpikir, berinovasi, berkarya sehingga lahirlah pejuang – pejuang negeri dengan keahliannya masing – masing. Dengan langkah seperti ini, sejarah, budaya, seni, dan karya akan selalu abadi dan dikenang oleh generasi ke generasi berikut juga dengan pelakunya. Dan www.darwinsaleh.com membuka jalan bagi para Kaum Muda Berbicara Indonesia untuk berkarya dalam buah pikir dan tulisannya.

Punyakah Kita Modal Sejarah dan Budaya untuk Bangsa Kita Berjaya?

Saya Aditya Agung Mustaqim, salah satu kaum muda berbicara Indonesia dari pelosok negeri dengan lantang dan penuh kebanggaan. Indonesia negaraku, Indonesia tanah airku, Indonesia surga kesenian dunia, Indonesia surga budaya dunia, Indonesia surga alam dunia, Indonesia surga duniaku, Indonesia Bangsa Kita Berjaya!

Referensi :
Foto/gambar : Flickr .com
Video : Youtube.com
Tulisan :
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_bangsa_di_Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pulau_di_Indonesia
http://darwinsaleh.com/?page_id=623
http://darwinsaleh.com/?page_id=1525

Pasti Kita Pernah Gini!

“GuWe gAkh PherN4h aL4Y!“

“… … CeLaLuBahagiaDuniaAkHReraaaatth “ –nama akhir akun facebook temen!

Pernah melihat manusia yang sering ngetik seperti itu kalo short message? (Sms, Chating, Status, ngetwit, dan kalo sampek ada di Line kayak gitu Bakar aja orangnya hahaha),

Setiap manusia terlahir dengan ke-unikan tersendiri, jadi jangan salahkan mereka yang pernah 4L4Y atau masih tetep 4L4y (Gagal Move On!). Kita doakan aja mereka bisa mendapat Hidayah dari Allah SWT (Amin!).

Akhir akhir ini di lingkungan asramaku lagi boomingnya stalkingin temen dan meng-up status jadul temen sendiri, yaa kayak status zaman Dinosaurus masih beranak, jaman-jaman SMA atau baru kuliah gitu. Contohnya kayak gini:
Foto: Liat deh abad keberapa status itu?

Kalau ini mah bukan zaman Dinosaurus, tapi masih jaman plankton, hahaha. Pernah sih baca buku yang isinya ada quote yang keren, “ Penasaran itu adalah candu, bahkan kecanduannya mengalahkan Narkotika!” –Kata Buku Terkeren di Dunia karya @AdityaAgungM

Karena penasaran, aku buka akun facebook yang sudah menjai sarang laba-laba karena lama gak dibersihkan. Dan yang muncul di Beranda adalah :
Foto : Yaaa ngakak lah liat kayak gini! hahaha

Foto: Ini bikin ketawa terus! (jadi inget dulu dilarang main bola sama bokap)

Foto:#^(*%^&

Foto: Termenung *berfikir*

Ini nih yang bikin ngakak sambil kayang (Gimana coba? Bisa enggak lu?)
yang bikin betah pantelengin facebook lebih dari sejam. Hahaha
Foto: Gusti Allaaaahhh hahahaha, (ketawa sambil tengkurap)

Foto: Zaman ababil berooo …! (kayaknya aku nggak pernah deh gini)

Setelah selesai ketawa aku jadi penasaran nih ikutan stalking di status yang dulu-dulu dan akhirnya nemu peninggalan sejarah kayak gini :

Foto:Ohh temen gue!

Foto : Ternyata gue alay banget sebelum dapat Hidayah Hikmah, hahaha

Setiap manusia itu pasti pernah mengalami siklus hidup yang seperti ini :

Masa fase manusia itu mulai dari Lahir – balita – remaja – alay -dewasa! Jadi nikmatilah proses tersebut.

Jadi kesimpulan yang bisa diambil yaitu:

Foto: Nasehat cak mubalegh!

Kayak apa ke-alay-an temen atau diri kalian?! Share dan komen bero! Hahaha

Pesona Tanjung di Jawa Timur

“Beroo, Tanjung Papuma itu keren apa enggak? Kayak apaan sih tuh pantai?” –tanya temen alien gue

Dahulu kala ada temen yang nanyain pertanyakan itu, asal – usul dia gak jelas deh, jadi gak usah dibahas, lebih baik nge-jawab pertanyaan ujian Fitokim di atas (Moga dosen gue gak baca postingan ini).

Tanjung Papuma, berlokasi di wilayah Pantai selatan pulau Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Jember. Jadi kalau dari arah Bundaran HI Jekarteeh, kalian belok kanan terus muter dan berhenti di ujung gang dan tanya aja ke tukang ojek, pasti dia bilang “Lo sarap kale yeee, ini Jakarte neng!”.


Foto: Nih pencerahan rute Surabaya menuju TP

Jadi buat kalian yang menempuh perjalan dengan bus atau mobil pribadi mending kalian bawa alat perang deh, biar gak suntuk dijalan, misalnya seperti dompet isi duit, ktp, enggak perlu visa terus maybe gadget kalian (Hape, iPod, Camera, sendal, perlengkapan pribadi, peta, kamus Bahasa Madura, komputer, antena, HT, tivi sekalian deh kompor sama kulkas lo! Rempong amat! Hahaha)

Singkat cerita kalian naik roket dan masuk wilayah Tanjung Papuma, saranku jangan lewat akses jalan Pantai Watu Ulo (karena bayar dobel kalo ke papumanya lagi). Mending kalian lewat akses bukit kembar (awas jangan ngeres men! Otak harus bersih dan suci – buset mimisan nih bayangin).


foto: iniloh bukit kembar, kembar banyak!

Setelah masuk kedalam bukit kembar (duhh :3), ikuti aja jalan tersebut hingga ujung, nanti pasti akan nemuin pintu masuk ke Tanjung Papuma

foto: Keren loh jalannya


foto: Ini pintu masuk Tanjung Papuma

Dari pintu akses itu, kamu harus jalan kaki hingga ke spot pantai. Karena mulai setahun kemarin bus besar sudah tidak boleh masuk lagi. Jadi waktunya jalan santai berooo! Enggak jauh kok cuman 5 x 2 : 3 x 5 x 0 + 1,5 km aja. Dan waktu jalan kamu bisa nikmati epicnya pemandangan looh dari gunung kalian (gunung yang kalian lewati ini), nih penampakkannya :
Foto: Keren bukan?

Dan akhirnya sampai di spot pertama.
Jadi tempat ini kan tanjung, kalian tau kan maksutnya tanjung? Jadi kalian bisa muterin pulau ini dan aksesnya mudah sekali (pake mobil atau motor atau the sikil), so keren dehhh!

Coba nih intip fotonya :
Foto: Ngintip dari mobil hehe

Oh iya nih ada yang keren, kalian bisa loh main gokart atau belalang tempur dipantai, jadi kalian pasti baru pertama kali deh main gituan di pasir pantai, dan dijamin andrenalinmu akan meningkat dan berkeringat.
foto: Tarik mang gokartnya! Tarik terus belalang tempur!

Foto: Menanam puteri duyung

Sekitar jam 2 siang (mendekati sore) air pantai akan surut, dan kita bisa bermain atau nyebrang ke Gua Batman, itupun seizin pejaga pantai karena bisa berabe kalau kalian semua nyebrang tapi air belum surut.
Foto: ini mah sudah “cetek-dangkal” kalo lagi surut

Atau kalian main games yang pasti bikin isi perut geli dan asik abis, games Pasir Ajaib yang ku upload di artikel sebelumnya,

Baca Juga : Ide Diwaktu Kepepet

Kalo bicara soal keren atau enggaknya tempat wisata apalagi alam jagad raya itu enggak ada abisnya, semua ciptaan Tuhan itu Pecah banget! alias keren, beautiful, epic, indah bumi pertiwi Sidoarjo (anjrit itu mah nama komplek rumah!). Jadi bisa enggaknya kamu nikmati itu tergantung bagaimana kamu mensyukuri alam ini yang diciptain buat kita (manusia kodok)

Foto: ini nampak dari atas bukit Kembar

Foto: Itu gunung Ninja Hatori hahaha

Foto : Tumblr

Dan dari semua yang memanjakan mata yang paling peucaah (awesome banget) adalah anugerah sunset Tanjung Papuma, jika kalian beruntung kalian akan merasakan ciptakan indah ini :
Foto: Flickr temen

Foto: Flickr temen

Tanjung Papuma ini memang sedikit pengunjungnya, tapi kalau di tanggal merah ya jelas ramai, apalagi anak muda yang pacaran dengan background pantai, Jadi jangan ngiler ya buat yang jomblo – jomblo kalau pada kesana.

Disini juga ada cottage (Penginapan – keren buat bulan madu), kedai kedai minuman dan makanan, dan juga ada air pantainya (ya jelas kalesss, ini kan pantai crit!). Jadi have fun yee kalau kesana!

Menurutmu gimana?