Kulier Part 1

Gudegnya prasmanan cui!

Makan lagi makan lagi, namanya juga hobi. Ya ini mau bahas waktu kuliner di Jogja. Sebetulnya ke Jogja gak hanya kuliner, tapi ada misi sosial yang harus diselesaikan. Tapi tidak lengkap kalau kita berkunjung ke sebuah kota dan kita tidak mencicipi makanan khasnya. Yaa gudeg!! Yeeyy makanan khas Jogjakarta.

Sebetulnya aku ingin menulis rangkain kabel perjalanan waktu itu. Tapi biarlah itu menjadi travel story saja, ini kan khusus mengupas kuliner. Hahaha,

Singkat cerita, sebelum kami meninggalkan Jogja yang bikin orang betah berlibur berhari hari disini, gak afdol (sumpah udah kayak orang arab kan guekalau gak mampir ke Malioboro.

Kalau ke Jogja dan kalian gak mampir ke Malioboro itu serasa …

Serasa … Serasa gak ke Malioboro. ( yang baca dilarang sebel )

Waktu itu aku lagi rombongan sama teman teman naik bis. Soalnya jumlah kita banyak banget. Kata anak geol alay Jekarte yang berjoget gak jelas di dahsyiat  ” Binyik bingittt ”  ( cara bacanya sampek lidah keluar dari gigi ). Jadi gak ada yang mau bawa helikopter. Nah kan ngelantur tuh nulisnya, back to topik!. Kami parkir bis kami tak jauh dar Bank Indonesia yang deket Malioboro. Dan kami berkeliaran ke pusat Malioboro.

Konon waktu kita melintasi Malioboro yang berjajar penjual makanan, hidung kita pasti berkedip kedip karena aroma makanan yang nyamii!. Dan fix, aku sama beberapa teman mampir di penjual gudeg. Karena semua pada laper banget, akhirnya insting manusia yang kelaparan leluar membabi buta. Disini sistemnya prasmanan, jadi kita bisa ambil sesuka hatinya ( yang penting bayar! ).

Klesotan itu kayak gitu

Setelah puas milih menu yang mau dimakan, kita semua “klesotan” saudara. Wait! Apa itu klesotan, yuhu itu bisa dibilang bahasa jawa guys, artinya duduk beralaskan karpet atau terpal bahkan juga bisa gak pakai alas yang kakinya bisa lurusan, bersila dan apalah itu ( intinya kayak foto diataslah, rempong amat ). Kalau dihitung hitung habisnya sih gak terlalu mahal kok. Namanya aja kuliner. Ada harga ada rasa. Cuman saran aku kalau kuliner jangan pas tanggal tua. *seriusan*.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s